Site Loader

Agama kurang disajikan sebagai kabar baik dan janji cinta, lebih sering diperkenalkan sebagai pendera, cambuk, dan penjaga keamanan yang otoriter. Pembatasan berbagai kebebasan dan pergerakan setiap manusia dalam perjalanan hidupnya merupakan bencana yang mengganggu dan mengerikan. Banyak sekali kemukjizatan alquran dan sunnah yang sudah terbukti kebenarannya.

Ancaman hukuman dan azab karena melanggar itu juga merupakan hal yang sangat menakutkan. Khususnya Islam yang mengatur hampir semua aktivitas manusia dari bangun tidur hingga tidur kembali, bahkan dari sebelum manusia di dunia ini sampai meninggalkan dunia, semuanya telah diatur oleh Islam dengan cara demikian. Bagi sebagian orang, ini adalah wujud rahmat dan rahmat Allah SWT. Lalu bagaimana dengan orang lain yang melihat Islam sebagai agama yang rumit dan diatur?

Islam adalah satu-satunya agama yang diridhoi Allah SWT sampai hari terakhir. Berbagai aspek kehidupan diatur di dalamnya dengan sangat tertib dan teliti. Ada aturan untuk menentukan hukum setiap masalah. Ada rambu-rambu yang harus dihormati, ada juga jalan yang harus diikuti. Tidak bebas berperilaku, tidak bebas melakukan sesuatu dan tidak bebas melakukan nafsu. Jika kita melihatnya dari sudut pandang “tidak adil” dan “konsekuensi” dari pelanggaran, jelas ini akan menjadi monster yang mengerikan bagi mereka yang masih belum memahami dan menikmati manisnya iman.

Dalam berdakwah, kita juga harus memiliki empati atau kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Jika ada pedoman dalam penawaran produk yang harus ditaati oleh pemasar, seperti memahami kebutuhan dan keluhan pelanggan, maka jelas dalam menyampaikan agama Allah SWT juga harus melakukan yang terbaik agar yang belum mengenal Islam dengan baik tersebut. termotivasi dan akhirnya bisa merasakan keindahan Islam yang mereka butuhkan.

Pada dasarnya Islam adalah agama cinta. Tidak ada paksaan atau kekerasan di dalamnya. Segala sesuatu yang diajarkan Nabi Muhammad SAW itu baik, baik untuk individu maupun kelompok. Namun untuk memberikan berlian tentunya kita juga harus memberikannya dengan cara yang baik, membungkusnya dengan rapi dan juga dengan wajah yang penuh bayangan. Bagi yang sudah mengerti mungkin akan segera mengerti bahwa itu adalah intan, tetapi bagi yang masih belum memahaminya pasti akan melihat dari cara orang tersebut memberikannya.

Menampilkan Islam dengan cara yang positif. Perkenalkan kepada mereka bahwa Tuhan adalah Tuhan yang terbaik. Itu menunjukkan kepada Tuhan sifat-sifatnya yang penuh kasih dan perhatian, bukan sifat-sifatnya yang paling sulit dalam siksaannya. Ajak mereka yang masih belum mengenal Allah dan Islam secara sempurna dengan ajakan yang positif, bukan dengan ancaman dan paksaan yang terkesan sangat mengerikan.

Kita bisa mengajarkan berbagai manfaat shalat wajib daripada mengancam mereka yang masih utuh untuk melaksanakannya. Kita bisa mengatakan kebaikan dan kebajikan perempuan untuk menutupi auratnya secara memadai, daripada harus memberi hukuman bagi mereka yang masih merasa tidak layak untuk menutupi auratnya. Kita tinggalkan mereka yang memutuskan untuk mengubah diri mereka sendiri, karena kita tidak akan pernah bisa mengubahnya. Tugas kita hanya menjadi pengkhotbah, bukan transformator.

Menyajikan kepada mereka yang masih sekuler bahwa Islam adalah agama yang selalu mengarah pada fitrah manusia, tidak membatasi kebebasan manusia. Ancaman dan hukuman adalah untuk mereka yang tidak taat dan menentang, bukan untuk mereka yang bingung dan tersesat. Inilah yang terkadang membuat Anda berpikir dua kali tentang penerapan hukum Islam.

Merasa hina dan kotor meninggalkan rahmat Allah, padahal rahmat-Nya jauh lebih besar dari dosa-dosanya, atau takut bahwa Islam penuh aturan dan akibat buruk bila terjadi. Kami membantu mereka yang telah jatuh ke dalam kolam dosa darinya, bahkan tidak membuangnya ke neraka untuk berteman dengan Setan dan para pengikutnya.

eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *